Pages

Subscribe:

Labels

Renungan (2)

Minggu, 20 Maret 2011

TIM Kerja PPGT Betesda Towuti 2011

Tepat tanggal 18 Maret 2011 kemarin di Gedung Gereja Toraja Jemaat Betesda Towuti berlangasung selama 3 jam yang dimulai pukul 18.00 WITA sampai dengan 21.00 WITA,Pengurus Persekutuan Pemuda Gereja Toraja Betesda Towuti melengkapi Tim Kerja yang sebelumnya telah dibentuk pada hari rabu tanggal 16 Maret 2011.Tim Kerja yang akan dilengkapi ini akan mempersiapkan program-program guna mendukung partisipasi PPGT Betesda dalam mengikuti program PPGT Klasis Maliwotu yaitu Camp Paskah 2011 yang kali ini dipercayakan kepada Cabang Kebaktian Wasuponda selaku Tuan rumah.
Rapat yang dibuka oleh Pengurus PPGT Betesda Towuti  yaitu Sdra Tomi dan didampingi oleh Ketua dan Sekretaris Tim Kerja (Fredi Biring & Yani Kapa) yang dilanjutkan pembacaan Agenda rapat / pertemuan yang dibacakan oleh Pengurus .kemudian doa pembukaan rapat ini dipimpin oleh Sdari Anita,yang kemudian Pengurus langsung memasuki agenda rapat yang kedua ialah melengkapi Tim Kerja.Dan berikut Nama-nama TIM KERJA PPGT BETESDA TOWUTI 2011 sebagai berikut

Ketua                    : Sdr Fredi Biring
Sekretaris              : Sdri Yani Kapa
Bendahara             : Sdri Orfa

Penanggung Jawab Dana
·         Sdr Nando
·         Sdr Dodeng

Penanggungjawab Konsumsi
·         Sdri Murielsa Rombe
·         Sdri Anita

Penanggungjawab Perlengkapan
·         Sdr Nerus Lantun M        (PJ Perlengkapan Tenda)
·         Sdr E. Tipse Kombong    (PJ Perlengkapan Tenda)
·         Sdr Wendi Robinson       (PJ Perlengkapan Tenda)
·         Sdri Neli Parerungan       (PJ Perlengkapan Dapur)
·         Sdri Elon Biring              (PJ Perlengkapan Dapur)
·         Sdri Tika                       (PJ Perlengkapan Dapur)

Penggungjawab Olahraga
·         Sdr Gerson Sambara
·         Sdri Ikha

Penanggungjawab Kesenian
·         Sdri Mey
·         Sdri Martina Linda Sambara
·         Yohanis Naeng                  ( Chouch )

Setelah Tim Kerja telah lengkap,Ketua Tim Kerja kembali diberi mandat dari Pengurus untuk menjalankan rapat.Ketua Tim kerja dan anggota rapat mengusulkan beberapa program-program yang telah dicanangkan / disusun kurang lebih 2 jam serta telah disepakati bersama yaitu Anggaran pendapatan dan Anggaran perbelanjaan sebagai berikut

Aggaran Belanja
Konsumsi                                                           Rp 1.200.000
Perlengkapan Dapur                                            Rp     300.000
Perlengkapan Tenda                                            Rp     400.000
Perlengkapan Olahraga                                        Rp     700.000
Perlengkapan Kesenian                                        Rp     600.000
Target   dari Panitia                                            Rp     500.000     
Transportasi                                                        Rp     500.000
Biaya Tak Terduga                                               Rp     350.000
TOTAL                                                               Rp 4.500.000,-

Anggaran Pendapatan
Dana Awal Dari Pengurus                                    Rp     500.000
Lelang Lagu                                                      Rp     250.000
Aksi Pa`tong                                                     Rp  1.000.000
Aksi Masak                                                        Rp  2.000.000
List Donatur                                                      Rp     750.000
TOTAL                                                             Rp 4.500.000

Kemudian tepat pukul 21.07 WITA rapat in ditutup oleh Pengurus PPGT Betesda Towuti dan Doa penutup Rapat Tim kerja ini dipimpin oleh Kak Tapa.

Semoga tanggungjawab yang diemban oleh Tim Kerja PPGT Betesda 2011 dalam mendukung kita guna mengikuti Camp Paskah PPGT se-klasis Maliwotu Di Cab.Keb Wasuponda itu boleh dijalani dengan sebiak mungkin dan setiap program-program yang telah dicanangkan bisa terwujud oleh karena semata-mat senantiasa mengandalkan Tuhan dalam setiap usaha yang dilaksanakan.TUhan Yesus Memberkati.AMin
Pengurs PPGT Betesda Towuti

Selasa, 08 Maret 2011

MENIKMATI HIDUP PEMBERIAN ALLAH

MENIKMATI HIDUP PEMBERIAN ALLAH
(Pengkhotbah 6 : 1 – 12)

I
nti kitab Pengkhotbah (Qohelet = Ibrani) adalah kesia-siaan. Dalam pasal 1 : 2 dikatakan segala sesuatu adalah sia-sia. Apakah pengarang Kitab Pengkhotbah ini seorang yang pesimis, putus asa dan tidak memiliki pengharapan sehingga ia mengatakan segala sesuatu adalah sia-sia? Tidak! Kitab ini sebenarnya adalah kritik terhadap sekularisme (paham yang mengatakan bahwa dunia ini adalah segala-galanya) dan terhadap agama yang disekularkan (agama yang cenderung terlalu duniawi). Paham sekularisme mencoba membangun masyarakat yang sempurna di dunia ini, sehingga tidak memperhatikan bahwa di dunia ini ada kemalangan, maut sebagai konsekuensi dosa manusia (bd Kejadian 3: 17 – 19).
         Mata Pengkhotbah sepenuhnya terbuka terhadap kesia-siaan dan kecurangan yang kepadanya seluruh mahkluk telah takhluk (Roma 8 : 20 – 22). Tujuan kitab Pengkhotbah ini adalah untuk menghilangkan semua harapan palsu yang menyesatkan, yang menguasai pikiran-pikiran manusia.
         Kecenderungan yang dicari manusia di dunia ini adalah harta, keturunan yang banyak (hagabeon), panjang umur dan ini dinilai sebagai karunia besar (bd Kejadian 24 : 60 ; Mazmur 127 : 3 – 5 ; Keluaran 20 : 12). Tetapi ada orang yang dikaruniai kekayaan oleh Allah sampai tidak kekurangan suatupun yang diinginkannya, tetapi tidak dikaruniai kuasa oleh Allah untuk menikmatinya. Ini adalah kesia-siaan dan penderitaan. Kuasa untuk menikmati kekayaan bukan pada pemilik (manusia) melainkan pada Allah. Tanpa perkenanan Allah manusia tidak dapat menikmati hartanya. Tragedi bisa datang, apakah itu perang, apakah itu bencana alam, sakit penyakit, dll lalu harta itu lenyap atau diambil orang lain.  Kenyataan seperti itu adalah kemalangan, penderitaan yang pahit dan itulah kesia-siaan.
         Disamping itu, membuat kekayaan, keturunan banyak, umur panjang untuk memuaskan keinginan adalah usaha menjaring angin (kesia-siaan), karena keinginan manusia tidak terpuaskan oleh semuanya itu. Segala jerih payah untuk memuaskan keinginan mendatangkan kemalangan dan penderitaan. Semakin besar keinginan, semakin panjang waktu untuk memuaskan keinginan. Itu berarti semakin besar kemalangan dan penderitaan pahit yang dialami manusia. Bagi Pengkhotbah, anak gugur lebih baik daripada orang seperti itu. Alasannya anak gugur lebih tenteram, tidak mengalami perkara hidup yang sia-sia. Dengan kata lain, anak gugur tidak sempat mengalami kemalangan dan penderitaan pahit karena tidak berjerih payah untuk memuaskan keinginannya.
      Tuhan menghendaki agar kita menikmati kesenangan hidup yang diberikanNya, yaitu hidup yang tenteram. Hidup yang tenteram dapat diperoleh manusia dengan hikmat. Dengan takut akan Tuhan orang memperoleh hikmat (bd Amsal 9 : 10). Orang berhikmat tahu bersikap dan berlaku sepantasnya terhadap kekayaan, keturunan yang banyak (hagabeon) dan umur panjang, sehingga menikmati hidup yang tenteram (bd Pengkhotbah 5 : 6).
            Kehidupan yang mementingkan kekayaan dan diri sendiri yang terpisah dari Allah adalah kesia-siaan. Kekayaan, keturunan banyak dan panjang umur tidak dapat mendatangkan kepuasan jiwa manusia. Tuhanlah yang dapat memuaskan jiwa manusia sehingga tenteram ( Mazmur 103 : 5).

Dipanggil, Dibentuk dan Diutus

Dipanggil, Dibentuk dan Diutus
Yesaya 49:1-7; Mazmur 40:1-11; I Korintus 1:1-9; Yohanes 1:29-42 

Jika Anda sempat berkunjung ke kota New York, janganlah lupa mengunjungi jembatan terkenal yang bernama Brooklyn Bridge. Jika Anda kagum dengan keindahannya, Anda perlu berterima kasih kepada keluarga Roebling.
Pada tahun 1883, seorang insinyur cerdas bernama John Roebling tertantang untuk membangun jembatan spektakuler yang dapat menghubungkan kota New York dan Long Island. Banyak ahli pada zaman itu yang merasa ide itu terlalu gila dan meminta John untuk melupakannya. Namun John Roebling tidak peduli karena visi itu begitu jelas di dalam pikirannya. John sangat yakin bahwa jembatan itu dapat terwujud dan ia berhasil meyakinkan anaknya yang bernama Washington untuk membantunya menyelesaikan proyek maha karya itu.
Pembangunan proyek dimulai dengan mulus dan setiap anggota tim begitu bersemangat mengerjakannya. Namun setelah beberapa bulan, sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa John, sang ayah, sedangkan Washington terluka dan mengalami kerusakan pada otaknya yang menyebabkan ia tidak mampu berkata-kata dan tidak mampu berjalan, bahkan sekadar untuk bergerak pun ia tak sanggup. Kolega-kolega yang dulu mengejek mereka memberikan komentar yang menjadi-jadi. Kata mereka, “Kita telah memberi tahu dia jauh sebelum dia mulai membangun… Mereka hanyalah orang gila dengan impian yang gila.”
Walaupun tergeletak di atas ranjang, Washington tetap memiliki keinginan yang membara untuk mewujudkan impiannya. Pada suatu hari, ia memanggil istrinya dan ia mampu mengajar istrinya hanya dengan menggunakan bahasa isyarat dengan satu jarinya. Ia meminta istrinya menjelaskan kepada para insinyur lainnya langkah-langkah berikutnya. Washington menjalankan dengan sabar selama 13 tahun dengan memberikan instruksi isyarat kepada istrinya dan disampaikan kepada para insinyur sampai akhirnya jembatan itu mampu berdiri dengan megah.
Sikap pantang menyerah dari Washington Roebling mampu mengalahkan kondisi terburuk sekalipun yang ia alami. Tanpa keyakinan dan keinginan yang menggebu-gebu, tidak mungkin jembatan Brooklyn dapat terwujud (dari buku Champion).
Tuhan Membangun “Jembatan”
Juga karena merasa tertantang untuk menyelamatkan umat manusia, maka tak henti-hentinya Tuhan membangun “jembatan” demi “jembatan” untuk menghubungkan diri-Nya dengan segala bangsa di dunia. Jembatan yang tidak terbuat dari beton dan besi, melainkan manusia, yaitu para nabi, para rasul, umat-Nya dan setiap orang yang beriman, yang bersedia menjadi hamba-Nya.
Kalau begitu setiap orang berpeluang menjadi “jembatan” Tuhan, menjadi hamba-Nya, meskipun tidak berjabatan sebagai pendeta atau penatua. Itulah maha karya Allah yang tidak boleh dipandang ringan, sebab Tuhan tidak memaksakan kehendak-Nya. Dan manusia sering berani menolak panggilan Tuhan, karena lebih mendahulukan kepentingan sendiri.
Jika Manusia Bersedia Menjadi Hamba Tuhan
Jika ada yang bersedia menerima panggilan Tuhan, menjadi hamba-Nya, maka Tuhan akan sangat berkenan. Orang yang bersedia menjadi hamba Tuhan dengan segala kerelaan dan kesungguhan hatinya, dapat memiliki keyakinan bahwa sejak dari kandungan ibunya, ia sudah dipanggil oleh Tuhan.
Memercayai hal itu tanpa rasa sesal, akan mendatangkan rasa syukur yang sangat mendalam. Sebab baginya, Tuhan adalah segala-galanya. Dengan demikian menjadi hamba Tuhan mendatangkan kepuasan batiniah sebab merasakan bahwa hidupnya bermakna. Maka dorongan untuk memperkenalkan diri kepada lingkungan yang luas bukanlah merupakan suatu kesombongan, sebab dengan demikian justru sedang merendahkan diri sebagai hamba yang siap melayani (Yesaya 49:1). Sebenarnya Tuhan menghendaki bangsa Israel menjadi hamba-Nya yang dengan rendah hati mau merangkul bangsa-bangsa di dunia, tapi mereka menyalah-gunakan kasih pemilihan Tuhan sebagai alasan untuk meninggikan diri, merendahkan bangsa-bangsa yang lain.
Hubungan Akrab Sudah Terjalin Dengan Tuhan Sedini Mungkin
Hubungan yang sangat pribadi dengan Tuhan terlukis dalam firman-Nya yang indah. Yang pertama kali memanggil nama kita masing-masing, sesungguhnya adalah Tuhan, sebab Dia yang paling mengenal kita. Tuhan dapat mengenal dengan sangat jelas sebab Dialah yang mencipta dan menghadirkan kita ke dalam dunia ini. Dia merasa perlu secara terus menerus membentuk kita, supaya dapat menjadi seperti yang diharapkan untuk mewujudkan rencana dalam Kerajaan-Nya. Pengutusan menjadi tujuan utama dalam diri setiap hamba-Nya. Sekaligus pengutusan menjadi bukti yang mengharukan bahwa Dia bisa mempercayakan tugas penting kepada orang-orang, yang pada dasarnya sangat rapuh.
Hal ini mengingatkan kita kepada yang disebut sebagai “Tumit Akhiles.” Dalam Mitologi Yunani ada cerita tentang seorang ibu yang bernama Tetis. Ia mempunyai seorang putra tunggal yang masih kecil bernama Akhiles. Suatu hari Akhiles dibawa ke tepi sungai Stiks di Hades yang konon airnya berkasiat membuat orang menjadi kebal terhadap senjata. Setelah dewasa, ternyata Akhiles tetap bisa mati oleh panah beracun yang mengenai tumitnya, karena ibunya memegang tumit Akhiles ketika membenamkannya ke dalam sungai Stiks, sehingga hanya bagian tubuh itu saja yang tidak terkena air.
Cerita ini mengingatkan kita bahwa setiap hamba Tuhan pasti mempunyai kelemahan tertentu dalam dirinya, yang harus selalu disadari dan diwaspadai, supaya dapat menjadi utusan Tuhan yang tidak mengecewakan.
Tapi kita tidak perlu terlalu berkecil hati sebab Tuhan menunjukkan tanggung jawab-Nya yang besar, tatkala dikatakan bahwa mulut hamba-Nya akan dijadikan sebagai pedang yang tajam. Perkataan Tuhan sendiri yang membuat mulut kita tidak direndahkan oleh setiap pendengar. Keberadaan kita juga akan menjadi seperti anak panah yang runcing. Itu adalah anak panah yang lurus dan tajam. Kita diharapkan Tuhan memiliki hati yang lurus; jujur kepada diri sendiri, kepada sesama dan Tuhan. Memiliki pengetahuan yang tajam tentang kehendak Tuhan merupakan keharusan seorang hamba Tuhan. Semua itu yang membuat seorang hamba Tuhan memiliki kelebihan yang mendatangkan rasa kagum banyak orang. Bukan karena ketampanan, apalagi kekayaan materinya.
Yesus, Hamba Yang Sejati
Setiap hamba Allah harus mengakui Yesus sebagai Hamba yang sejati. Mengapa demikian? Karena Ia memang dipanggil dan diutus, tetapi tidak perlu dibentuk atau diperlengkapi apapun, oleh siapa pun, karena kesempurnaan-Nya sebagai Anak Allah dan Anak Manusia. Yesus juga Hamba yang sejati sebab sebagai Tuhan sudah rela menghampakan diri sama dengan manusia demi melaksanakan tugas pengutusan dari Bapa-Nya. Yohanes Pembaptis menyebut-Nya sebagai Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia. Inilah satu kalimat pendek yang dapat menjelaskan tugas besar Yesus Kristus.
Yohanes Pembaptis Membuka Jalan Bagi Yesus, dan Yesus Bagi Kita
Dengan telunjuknya Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus kepada setiap orang yang dijumpainya. Dengan air sungai Yordan ia membaptis Yesus untuk menggenapi kehendak Allah. Tetapi Yesus Kristus membuka jalan keselamatan bagi kita melalui kucuran darah-Nya yang kudus. Selanjutnya Dia juga membuka jalan penginjilan yang harus kita tempuh dengan berbagai kegiatan gerejawi serta macam-macam kesibukan kesaksian di semua aspek kehidupan ini. Dia menyiapkan para rasul, para pengikut-Nya tempo dulu, dan tongkat estafet itu sekarang ada di tangan kita! Apa kata rasul Paulus tentang memberitakan Injil? “Karena jika aku memberitakan Injil, aku tidak mempunyai alasan untuk memegahkan diri. Sebab itu adalah keharusan bagiku. Celakalah aku, jika aku tidak memberitakan Injil.” (1 Korintus 9:16).
Ada satu cerita tentang kebodohan yang sangat merugikan. Konon ada seorang janda yang sangat miskin, takut dikunjungi oleh pemilik rumah yang biasa datang untuk menagih sewa rumah. Ia mengunci pintu rumahnya dan memasang palangnya. Ketika ia mendengar pintunya diketuk orang dari luar, ia tidak mau menjawab. Padahal yang mengetuk pintu itu seorang temannya yang membawa uang untuk membayar utangnya. Tujuan orang itu bukanlah menagih, melainkan memberi. Pemberitaan Injil juga seperti itu. Tapi jangan mudah berputus asa jika kegiatan dan maksud baik kita sering disalah-pahami orang.
Apa Yang Paling Menarik Pada Paulus?
Saya pilih: Panggilannya! Menarik karena disertai peristiwa yang sangat menggetarkan. Berlanjut dengan kasih Paulus yang terus bertumbuh! “Hanya dengan mengasihi Kristus kita sebagai hamba Tuhan akan dapat bertahan.” demikian kata Hudson Taylor penginjil yang melayani Cina itu.
Kita boleh terpanggil menjadi hamba Tuhan secara kolektif, dalam suatu kebersamaan, tetapi pada akhirnya panggilan secara pribadi tidak bisa ditawar-tawar lagi. Itu sebabnya dalam menghimpun para rasul, termasuk Paulus, Tuhan Yesus melakukan panggilan secara pribadi.
Pdt. David Sudarta dalam Renungan “Wasiat” berkisah tentang seorang perenang loncat-indah, yang dibesarkan sebagai seorang ateis. Ketika mau berlatih, malam itu semua lampu kolam tidak ada yang dinyalakan. Hanya karena ada atap tembus pandang maka cahaya bulan bisa menjadi penerangnya. Saat ia berada di ujung papan yang tertinggi, ia melakukan gerakan sebelum terjun. Ketika ia membentangkan kedua tangannya, terlihatlah bayangannya sendiri di dinding dalam bentuk salib.Untuk pertama kali dalam hidupnya ia merasa sangat tersentuh, serta membuatnya teringat kepada Yesus Kristus seperti yang sering diceritakan oleh temannya. “Yesus mengasihi siapa saja, termasuk kau,” itulah yang pernah dikatakan temannya. Pemuda ateis itu diliputi rasa haru, tersungkur dan menangis, mohon ampun kepada Tuhan Yesus yang selama ini disangkalnya.
Tiba-tiba lampu kolam hidup, karena dinyalakan oleh seorang petugas. Alangkah kaget dan terharunya dia ketika melihat ke bawah, ternyata kolam itu sedang dikeringkan!
“Banyaklah yang telah Kaulakukan, ya Tuhan, Allahku, perbuatan-Mu yang ajaib dan maksud-Mu untuk kami” (Mazmur 40:6a)

Pdt Em. Daud Adiprasetya

Minggu, 13 Februari 2011

Hari Kasih Sayang

Minggu ini, Senin 14 Februari biasa dikenal sebagai "Hari Kasing Sayang" atau "Hari Valentine". Sekalipun bukan suatu hari raya agamawi atau hari besar nasional, hari ini biasa dirayakan oleh masyarakat umum di berbagai belahan dunia, khususnya pasangan-pasangan muda. Sayangnya perayaan "Hari Kasih Sayang" tersebut seringkali terdegradasi maknanya menjadi sekadar perayaan bagi mereka yang sedang memadu kasih/berpacaran belaka, lengkap dengan segala pernak-perniknya yang ramai dijajakan. Perayaan ini sebenarnya terinspirasi dari beberapa tokoh martir dalam sejarah Gereja yang bernama Valentine/Valentinus (jadi bukan hanya ada satu orang seperti biasa kita kenal selama ini, lihat di http://en.wikipedia.org/wiki/Valentine%27s_Day dan http://en.wikipedia.org/wiki/Saint_Valentine, yang memberikan hidupnya karena kasihnya kepada orang lain khususnya mereka yang lemah dan terpinggirkan. Namun dalam gelombang kapitalisme dan konsumtivisme, perayaan ini memang menjadi sebuah "komoditi" yang menggiurkan untuk mendorong orang membelanjakan uangnya.
Padahal kalau kita berkaca dari situasi dunia akhir-akhir ini, bahkan situasi Indonesia secara khusus, semangat berbagi dan mengasihi orang lain, khususnya mereka yang lemah dan terpinggirkan sebenarnya sedang mendapat tantangan yang besar. Ketika kita mendengar, membaca, bahkan mungkin mensaksikan peristiwa-peristiwa kekerasan yang bahkan mengambil korban manusia, atas nama "kebenaran agama". Betapa manusia bisa kehilangan kasih sayang dan akal sehat demi apa yang diyakininya sebagai "kebenaran", bahkan sekalipun tindakan kekerasannya itu sebenarnya tidak sejalan dengan "kebenaran" yang diyakininya. Tapi kita patut bersyukur pula bahwa di tengah-tengah keprihatinan tersebut kita menemukan juga cerita-cerita solidaritas dan kepedulian, bahkan dari mereka yang berbeda keyakinan, untuk menolong, membantu bahkan membela mereka yang sedang tertindas dan teraniaya. Di situlah kasih sayang kepada manusia terwujud, melampaui batasan-batasan yang dibangun oleh manusia itu sendiri. Kasih sayang, yang kita yakini juga telah diteladankan oleh Tuhan Yesus Kristus lewat karya keselamatan-Nya.
Mari, sekalipun kita tidak merayakan "Hari Kasih Sayang" dalam hidup bergereja kita, tapi kita berusaha keras mewujudkan kasih sebagaimana sudah Tuhan Yesus teladankan dalam hidup kita sehari-hari. Kasih yang menembus batas, kasih yang membela mereka yang lemah, teraniaya, terpinggirkan. Selamat hari kasih sayang

sumber : http://www.gkigi.com

Selasa, 04 Januari 2011

CAMP NATAL PPGT 2010 SE-KLASIS MALIWOTU

Setelah pelepasan secara sombolis ( Penyerahan uniforum,pemakaian ID Card peserta dan penyerahan Bendera Kontingen PPGT ) dari Badan Pekerja Majelis kepada kontingen PPGT Betesda Towuti (yang diwakili dari pihak PPGT yaitu saudara Tomi dan Saudari Neli ) yang diwakili oleh Bapak Penatua Daeng Ma` Bambang dan Penatua Daniel Tandirapa.Setelah pelepasan tersebut menandakan bahwa PPGT Betesda kini bersiap  menuju ke lokasitepatnya di Jemaat Muktisari,Desa Tarengge,Kecamatan Tomoni.Dan Camp kali ini akan berlangsung tanggal 26 s/d 0 Desember 2010 di Jemaat Muktisari,

PPGT yang kali ini membawa sekitar 40 personil mengikuti kegiatan Camp Natal dengan beberapa mata lomba seperti Lomba PS,VG,Solo Putri,Cerdas Tepat Alkitab / CTA,Aksara Bermakna,Berpacu dalam Kidung,Volly Pa/Pi,tennis Meja Pa/Pi,Catur Pa/Pi,Lawak Rohani,dan Takraw Putra.Jumlah peserta terbanyak dari berbagai kontingen lagi-lagi diperlihatkan dari kontingen Betesda itu Nampak dari animo dan antusius PPGT Betesda mengikuti kegiatan ini,sekalipun memasuki nuansa untuk berkumpul dengan keluarga mengingat waktunya mendekati akhir tahun.Kontingen PPGT Betesda meninggalkan wawondula tepatnya di Gedung Gereja sekitar pukul 14.00 WITA yang dipimpin langsung oleh Bapak Pendeta Yoseph Septianus,S.Th dengna menggunakan Mobil Truck.
Dan Puji Tuhan,Kontingen PPGT Akhirnya tiba di Lokasi Camp Natal pada pukul 16.00 WITA dengna selamat,mengingat waktu yang agak sempit tanpa istirahat setiba di lokasi langsung bongkar muatan dan sebagian lagi memasang Tenda sehingga semuanya bekerja dan akhirnya semuanya beress,,,nah susahnya lagi di sana nih wuiih tempat untuk mandi parahh,,tapi seruuu sih walaupun jauh..yah ad juga tuh yang maksa dikit mandi disekitar lokasi mengingat jauhnya tempat mandi..yah istilah kami  nih airnya disana mah kayak air Sirup….Orangeeeee bngeet airnya,mau di saring lah lbih lama lagi…yah sebagian juga dipaksakan pake air warna orange,,,heheheh ( ayoo..indanna to` tuh pendio` wai siruppp,,mau bau to` lah.. )
Keesokan paginya,kami disuguhkan dengan Firman Tuhan yang dibawakan oleh Kak Anna Tira di tempat kami,dan luar biasa bnget pagi-pagi ngumpul bareng dalam sebuah persekutuan trus sharing tentang Firman Tuhan,,,dan salut buat panitia Camp Natal 2010 atas program yang satu ini,,pertukaran pelayanan dengan kontingen lainnya,,dan yang mewakili dari kontingen Betesda Towuti untuk melayani Jemaat /kontingen lainnya ialah Sdara JOBAL,,
Dan pada pukul 09.00 WITA persiapan pembukaan CAMP NATAL yang di buka secara resmi oleh Bapak Wakil Bupati Luwu Timur MUh.Thoriq Husler.Dan masing-masing Peserta / Kontingen berarak-arakan menuju ke lokasi berkumpul di Halaman SD untuk memperkenalkan peserta kepada Bapak Thoriq Husler dalam bentuk Semi Defille dan sebuah kebanggaan kontingen Betesda dapat berbangga diri karena peserta teribut dan kreatif…dan pastinya paling seruuuuu….heheh

Setelah tiba di lokasi Camp maka dilanjutkan dengan acara pembukaan Camp Natal yang di hadiri oleh wakil Bupati LUTIM,Camat Tomoni,Polsek Wotu,Kades setempat,BPMK Maliwotu,Ketua PPGT Klasis Maliwotu..Dan akhirnya secara resmi Camp Natal di buka,,,
Setelah pembukaan kami beristirahat sejenak kemudian dilanjutkan dengan kegiatna mata Lomba yang pertama yaitu Volli Putra yang diwakili oleh (Sandi,Nopri,Boeng,Martinus,Tomi,Natan,Om David) trus bersamaan dengan Lomba Volly Putri (Ma’ Nadine,Attink,Ika,Melda,Duo Mbak,Ma’ Asti ) serta Lomba Aksara Bermakna yang diikuti oleh Tomi,Atting dan Nando…Dan sebuah Awal yang baik,untuk pertandingan Volli dipastikan lolos dari babak penyisihan setelah mngalahkan Voly Putra dari Wasuponda dan volli putri dari Jemaat Pniel Puncak Indah Malili dan untuk aksara bermakna memastikan Emas di tangan setelah mengalahkan Jem Wasuponda,Muktisari,Maramba di babak Final.
Keesokan harinya,seperti biasa ialah Bible sharing dan kali ini yang melayani dari Jemaat sikamase,trus perwakilan dari Betesda ialah Saudara Martinus.Setelah sarapan mandi,kemudian dilanjutkan dengan kegiatan lomba yaitu lanjutan Volli putra / putri,catur pa/pi dan sepak takraw…dan kali ini Volly Putra dan putra dipastikan memasuki semi Final yang akan menghadapi Jemaat Kayu Tanduk untuk Putra dan Jemaat Koranti untuk Putri trus Catur Putri (Diikuti oleh Ika )juga meloloskan ke putaran Semi Final menghadapi Jemaat Pniel Puncak Indah Malili,untuk Takraw kalah telak 2 set langsung dari jemaat Sikamase kemudian untuk catur Putra (diwakili oley talli’ )  lolos dari babak penyisihan dan akan menghadapi jemaat Lambara harapan,pada saat yang bersamaan di pertandingkan juga lomba tennis meja putra putri yang di wakili oleh 2 saudara yaitu attink dan Gerson.Yah bua` nah la diapa…perwakilan tennis meja putrid dari betesda harus angkat topi kepada lawannya dengna kalah telak 2 set secara langusng dari lawannya yaitu dari Jemaat Pabeta di babak penyisihan.Dan tidak kalah serunya nih,Gerson menunjukkan permaian terbaikanya sehingga dipastikan lolos dari babak penyisihan,semi final dan masuk kedalam final menghadapi jemaat Pniel Puncak Indah Malili...kemudian malam lanjutan catur putra menghadapi catur putra dari Jemaat Lambara Harapan tapi sayangnya Betesda harus mengakui keunggulan dari Lambara harapan (tae apa tally,sangngadi den kopi sia tole`),Tetapi catur Putri memastkan diri untuk lolos ke babak Final menghadapi Jemaat Pabeta yg akan di langsungkan keesokan harinya.Bersamaan dengan i2 diluar gedung gereja diadakan lomba Berpace dalam kidung Jemaat yang diwakili oleh Linda,neneng dan Mei.Lagi-lagi perwakilan Betesda tdak bisa loloskan ke babak berikutnya setelah kalah dari saingan-sainganya di babak penyisihan,,setelah itu dilanjutkn dengan lomba Cerdas Tepat Alkitab (CTA) yang kalil ini dipercayakan kembali kepada Tomi,Attink dan Nando setelah menang di Lomba Aksara Bermakna. Dan Lolospun ke babak Final yang dilanjutkn esok Hari…Pada malamnya pun di adakan Lomba Baca Puisi dan dari perwakilan Betesda adalah Anita dan Tomi,yah meskipun nggak dapat medali yang penting udah tampil,itu kan yang lebih baik….heheheheh
Dan di hari ketiga ini semua kegiatan hamper selesai khsuusnya untuk bidang Olahraga memasuki babak Final yakni Jemaat betesda meloloskan Volli Putra dan Putri ke babak Final yakni menghadapi Tuan Rumah yaitu Jemaat Muktisari,dan pada akhirnya Volli Putri menyambet emas setelah mengalahkan tuan Rumah 3 set secara langsung tapi volli Putra hanya puas menggait di posisi kedua setelah kalah 3 set dari Tuan rumah Muktisari.Begitu pun dengan Tennis Meja juga hanya bisa puas mendapatkan Perak setelah kalah dari Jemaat Pniel Puncak Indah Malili.Sekalipun ad kekalahan tapi tidak mengurangi semangat Betesda untuk mengikuti Lomba Paduan Suara,Solo dan Vocal Group di malamnya…
Setelah ISOMA kemudian dilanjutkan dengan Lomba Solo yang di wakili oleh saudara Lani yang di iringi oleh pengiring kondang dari Betesda yaitu abang Nerus dengan membawakan lagu wajib “…….” Dan lagu Pilihan  ” Tahta Mulia Di tempat Baka” kemudian dilanjutkna dengan Vocal Group dengna Lagu wajib “Parannu sia Sendekan O Puang”  dan Lagu Pilihan “…………” (Sopran : Selma,resti,Anita,Yani,Attink;Alto : Muri dan Neli ;Tenor : Boeng dan Gerson ;Bass :Tomi dan Dodeng) dan pastinya di iringi oleh alunan gitar dari partner ABang Nerus….setelah itu dilanjutkan dengan Paduan Suara membawakan lagu Wajib “Kepada Siapakah Aku Harus Takut”karya Gorga Bonar Gultom dan lagu Pilihan  karya Gorga juga yaitu “ Arbab (Rebana)” denga personel sebagai berikut Sopran ada Linda,Attink,Resti,Meri,Yani,Mei,Anita,Lani lalu di Alto ada Muri,Kemmang,Neli dan Di Tenor ada Boeng “Ishak”,Nando dan Gerson Serta pada Bass ada Dodeng,Tomi,Nerus,Dodi dan Tipse dan tentunya seorang pembirama ternama yaitu Yohanes Neng.Dengan perpaduan suara yang apik walau sedikit ada yang melenceng tapi wesss keren disbanding peserta yang lain.Setelah semua lomba usai maka tibalah pengunguman pemenang,,pastinya dari semua lomba nyanyi mulai dari Solo Putri,Vocal Group dan Paduan Suara menggait smua medali emas….wow mmng toda` nah suara nah betesda mellong na sau` duka tuh suara nah to penani nasional,,,hehhe
Dan yang paling seru lagi nih seusai lomba nyanyi maka dilanjutkan dengan Lawak Alkitab,,,Walau nggak pernah ad Persiapan sama sekali tapi berawal dari ide Tomi kemudian di lakoni oleh pemeran2 yang amat gokil jadix apik banget dan membentuk sebuah karya yang nggak kalah lucunya dengan Opera Van Java…Tema yang diangkat kini dari lawak itu ialah kelahiran Esau dan Yakub,,walau latihannya kurang lebih 5 menit di dalam base camp Betesda,,,tapi bisa tong ji dapat juara 2 tawwa,,,mmang lucu tawwa lah,,,apa lagi ada Boeng sebagai Ishak,Linda Sebagai Ribka trus Esau diperankan oleh Talli,kemudian Yakub diperankan oleh Tipse,Muri memerankan sebagai bidan yang akan membantu Ribka melahirkan anak,Nando dan abang Nerus yang membantu sebagai tetangga,,trus Tomi sebagai Narator dari lawak Tersebut.Dengan 3 Juri handal yaitu kak Marthen,Pdt Yoseph Septianus dan Pdt Friber Mangiri`.Dan di penghujung malam terkahir Camp Natal PPGT 2010 diadakan Dero bersama walau hanya sebentar tapi seru lah itu juga menunjukkan bahwa PPGT Betesda gila Dero duka pale` nah,,,hoohooho
Keesokan harinya semua peserta di sibukkan dengan pembongkaran Tenda..sampe lupa masak nasi,,hehehe ondo` dikka` leh,,tapi Karena kebaikan dari cabang Betesda yaitu Cab Keb wasuponda sehingga memberikan nasi satu belanga,,hahahah kurre tanta,,susi memang ria to`,,,

Dan pada akhirnya mengikuti ibadah penutupan Camp Natal PPGT 2010 Di jemaat Betesda Towuti dengan dipimpin oleh bapak Pendeta yang sudah Pensiun Pdt Wayan..setelah ibadah maka diumumkanlah juara umum dari kegiatan tersebut,,,dan Puji Tuhan PPGT BETESDA TOWUTI lah yang keluar sebagai Juara Umum dengan sambetan 6 medali Emas dari Cabang Solo Putri,VG,PS,Volly Putri,Catur Putri,Aksara Bermakna dan 4 torehan medali Perak yaitu dari cabang Volly Putra,Cerdas Tepat Alkitab,Tennis Meja Putra,dan Lawak Alkitab.
Setelah penyerahan piala juara umum yang diwakili oleh Linda maka berkahirlah Kegiatan CAMP NATAL PPGT 2010 Se- Klasis Maliwotu di Jemaat Muktisari…dan kami pun kembali ke wawondula sekitar pukul 13.00 WITA dan Tiba di wawondula pukul 14.56 WITA,,,woiiii bongkar muatan yuukkkk,,,
Sayonaraaaaa…..

Selamat kepada PPGT BETESDA TOWUTI…semoga semakin disukai sesama terlebih disukai oleh ALLAH,,
JBU

Pemeran Esau (Talli) & Yakub (Tipse)




Nando with Edhi
Wajah Pengharpan pembagian pa` bukku`....




Juara Umum ji toda` pia oh...

Jumat, 10 Desember 2010

MengenaL PPGT...

Dalam perspektif ekklesiologi, PPGT sejatinya lahir sejak baptisan I tahun 1913 di Toraja, namun dalam perspektif organisasi dan kelembagaan, PPGT dinyatakan berdiri pada tanggal 11 Desember 1962, yaitu ketika seksi Pemuda dalam KUGT ditunjuk sebagai Wakil Pemuda dalam kegiatan eksternal PPGT.

Dalam Perspektif historis, cikal bakal PPGT dimulai dari terbentuknya organisasi lokal pemuda pada masa pergolakan tahun 1950an. Tahun 1953 berdiri Persatuan Pemuda Toraja di Makassar dan tahun 1954 berdiri Gerakan Pemuda Gereja Toraja yang waktu itu merupakan gerakan lokal pemuda gereja dengan pusat kegiatan di Gereja Maros, Makassar.

Dalam perspektif struktural, perjalanan PPGT dapat dilihat dalam struktur KUGT. Dimulai dari Sidang Sinode V tanggal 25 Februari - 5 Maret 1955 di Rantepao, dimana Pemuda menjadi salah satu seksi dalam KUGT dengan nama Seksi Pemuda/Kebudayaan, bersama-sama dengan 8 seksi lainnya yaitu Seksi Kegerejaan, Keuangan, Usaha Pembangunan, Kesehatan, Lektur, Theologia, Perhubungan, dan Verifikasi/Visitator. Nama seksi Pemuda/Kebudayaan bertahan sampai Sinode V yang dilaksanakan 26-30 April 1959 di Makale. Dalam Sinode ini Seksi Pemuda berdiri sendiri tidak lagi digabungkan dengan Kebudayaan. Nama Seksi Pemuda ini bertahan sampai Sinode X tahun 1965 di Makassar. Dalam Sinode X ini Seksi Pemuda berubah menjadi Seksi Pembinaan Kader dan pada tahun yang sama, tepatnya 21-29 Desember 1965 perwakilan pemuda dari berbagai tempat berkumpul di Rantepao mengadakan Kongres I dan memutuskan penggunaan nama Persekutuan Pemuda Gereja Toraja (PPGT).

Dalam Sidang Sinode XV tanggal 6-14 Mei 1978 Struktur KUGT mengakomodasi keberadaan kaum awam dan OIG sebagai anggota KUGT. Struktur lengkap KUGT waktu itu adalah Ketua, Sekretaris, Bendahara, Wakil Ketua: dijabat oleh Ketua Wil. I-IV dan Komisi-komisi, yang terdiri dari Komisi Pengakuan GT, Tata GT, RAPB, dan Verifikasi.
Anggota-anggota: Wakil kaum awam dan Organisasi Intra Gerejawi.

PPGT DARI KONGRES KE KONGRES

Kongres I PPGT Tanggal 21-29 Desember 1965 di Rantepao memutuskan penetapan Seksi Kepemudaan itu sebagai Hari Lahir PPGT. Kongres I yang berlangsung 9 hari ini memilih Pdt. Dr. Th. Kobong (Alm) yang waktu itu baru berumur 24 Tahun sebagai Ketua Umum, dan sekaligus menjadi Ketua Umum I dalam sejarah PPGT.

Kongres II PPGT digelar 29 Maret - 5 April 1969 di Tangmentoe dan kembali mengangkat Pdt. Dr. Th. Kobong sebagai Ketua Umum PPGT untuk kedua kalinya.

Kongres III PPGT (Kali ini bernama KSK III-Konperensi Study dan Kongres III) digelar di Makale tahun 1978 (Tanggal pasti tidak terdokumentasi) dan memilih A.J.T. Allorerung sebagai Ketua Umum dan R. Tanggulungan B.Th sebagai Sekretaris Umum.

KSK IV PPGT berlangsung di Rantepao Tahun 1978 dan memilih Pdt. J.K. Parantean sebagai Ketua Umum PPGT.

KSK V PPGT berlangsung di Palopo Tahun 1980 dan memilih Pdt. R. Tanggulungan sebagai Ketua Umum PPGT Periode 1980-1982

KSK VI PPGT berlangsung Tahun 1982 di Rantepao dan memilih Pdt. Luther Tamba sebagai Ketua Umum PPGT Periode 1982-2985.

KSK VII PPGT berlangsung Tahun 1985 di Palu dengan Tema: Yesus Kristus Kehidupan Dunia dan sub tema : Dengan Iman, pengharapan dan Kasih sambil berjalan memasuki akhir abad XX, kita tingkatkan peran serta Generasi Muda Gereja Toraja dan Pembangunan Nasional sebagai Pengamalan Pancasila. Ketua Pimpinan Sidang adalah Theofilus Allorerung. KSK VII ini memilih Drs. C.L. Palimbong sebagai Ketua Umum dan Pdt. Ruben Pasombo, B.Th sebagai Sekretaris Umum PP.PPGT Periode 1985-1988.

KSK VIII PPGT berlangsung tanggal 20-26 Nopember 1988 di PKP KNPI Sudiang, Makassar dengan Panitia Pelaksana dipimpin Ir. Haryanto Lagha. Lukas Sombolayuk terpilih sebagai Ketua Umum dan Drs. Habel Pongsibidang sebagai Sekretaris Umum PP.PPGT Periode 1988-1992.

KSK IX PPGT berlangsung 26 Nopember-3 Desember 1992 di PKP KNPI Sudiang Makassar dan memilih Drs. Habel Pongsibidang sebagai Ketua Umum dan Pdt. D.H.B. Sampetoding, S.Th sebagai Sekretaris Umum PP.PPGT Periode 1992-1997.

KONGRES X (Tdk lagi menggunakan KSK) berlangsung 12-18 Mei 1998 di Ge'tengan. (Molor 6 bulan dari jadwal, karena ketidaksiapan Panitia). Kongres X memilih Pdt. Soleman Allolinggi sebagai Ketua Umum dan Agustinus sebagai Sekretaris Umum Fulltimer untuk masa bakti 1998-2003.

KSK XI PPGT (Kembali menggunakan KSK) berlangsung tanggal 17-22 Nopember 2003 di Jemaat Sapan, Klasis Parandagan. KSK XI memilih Pdt. Bernadus Randuk, S.Th sebagai Ketua Umum dan Pdt. Yusak Toding sebagai Sekretaris Umum Full Timer untuk periode 2003-2008.

KSK XII PPGT berlangsung tanggal 10-14 September 2008 di Samarinda (untuk pertama kali KSK dilaksanakan diluar Sulawesi). KSK II memilih Pdt. Yusuf Paliling, S.Th sebagai Ketua Umum dan Fery Hendra S.Th sebagai Sekretaris Umum Fulltimer Periode 2008-2013. KSK XII Samarinda disebut sebagai Kongres Perubahan dan Pembaruan PPGT dengan ditelorkannya Paradigma Baru PPGT melalui 12 Pokok-pokok Panggilan PPGT 2008-2013.

KSK XIII jika Tuhan berkenan akan berlangsung di Seriti, 2013. (Mari doakan bersama)

Kamis, 09 Desember 2010

Apa Kata Tuhan Tentang Cinta..???


1.Cinta adalah pencipta keindahan terhebat (Tim 2:9-10)

2.Cinta adalah suatu wujud keinginan;dalam niat dan tindakan (1 Yoh 3:18)

3.Cinta harus menjadi dasar dari segala sesuatu (1 Kor 13:3)

4.Rumus untuk mencapai hubungan yang sukses:Perlakukan semua bencana seperti masalah sepele, tetapi jangan pernah memperlakukan masalah sepele seperti sebuah bencana.
(Filipi 4:5)

5.Tidak ada yang dapat mengimbangi besarnya nilai kenangan bersama: kenangan melalui masa sulit bersama
(2 Tim 1:2-3)

6.Kita dapat menjaga kehidupan cinta kita bila menjadikannya sebagai prioritas dalam kehidupan kita. (Kid 4:16)

7.Cinta selalu percaya akan adanya mukjizat. (Roma 8:28)

8.Cinta membuat segala sesuatu menjadi ringan.
(Mat 11:28)

9.Ketika cinta harus menanggung sesuatu, ia tidak akan dianggap sebagai beban.
(Mat 11:30)

10.Cinta memberikan segala - galanya dengan tidak mengharapkan balasan. (Yoh 3:16)

11.Cinta kekanak-kanakan berkata: "Aku mencintaimu karena aku membutuhkanmu." Cinta dewasa berkata: "Aku membutuhkanmu karena aku mecintaimu."
(1 Yoh 3:16)

12.Cinta memang benar seperti yang terdengar,terlihat,tertulis, dan dibicarakan banyak orang. Cinta patut diperjuangkan dengan mempertaruhkan semua yg ada untuk mendapatkannya.
(1 Yoh 3:1)

13.Cinta adalah suatu pencarian (Gal 5:14)

14.Kebiasaan terlihat indah di dalam cinta. (2 Kor 8:12)

15.Keuntungan cinta pada pandangan pertama adalah memperlambat pandangan yang kedua. ( Roma 5 : 8 )

16.Cinta adalah satu-satunya gairah yang memasukkan kebahagiaan orang lain dalam mimpinya. (Yoh 14:1-3)

17.Cinta adalah satu-satunya usaha yang sangat boros:meskipun cinta itu diberikan,dibuang,disebarkan,dikosongkan dari perbendaharaan anda, anda akan memiliki lebih banyak dari semula. (Luk 6:38)

18.Untuk mencintai seseorang, kita hanya dapat megharapkan kebaikan baginya.
(1 Kor 10:24)

19.Cinta mengubah semua hati yang keras menjadi lembut. (Roma 8 : 6)

20.Kebersamaan menguatkan cinta. (Fil 1:7)

21.Ketidakhadiran mempertajam cinta. (2 Tim 1:4)

22.Cinta adalah apa yang telah kita alami bersama dengan seseorang. (KIS 20:31-32)

23.Hargailah kebajikannya. Jangan terlalu melihat kesalahan-kesalahannya.(Kid 5:16)

24.Bagaimana aku dapat mencintaimu ? Izinkan aku melakukan banyak hal untuk menunjukkan cintaku.
(Hosea 3:1)

25.Pembicaraan intim dengan pasangan dapat meringankan beban perjalanan yang penuh dengan tantangan.
(Kid 4:1)

26.Pertahankan hal-hal yang sudah disetujui bersama dan rundingkan hal-hal yang dapat dikompromikan.
(Filipi 2:4)

27.Cinta bukan hanya saling memandang satu sama lain, namun bersama-sama melihat pada satu tujuan.
(KIS 2:44-45)

28.Cinta memenuhi dan menyelesaikan banyak hal ketika salah satu dari pasangan tidak berdaya dan tidak berpengharapan. (Pengkhotbah 4:10)

29.Tidak ada satu bagianpun yang ada padamu yang tidak aku ketahui, tidak kuingat, dan tidak kuinginkan. (Kid 5:2)

30.Tiada hubungan yang tidak bermasalah. (P'khotbah 7:29)

31.Cinta berani mengambil resiko untuk melihat impian pasangan anda menjadi kenyataan.
(1 Pet 3:6)

32.Kita dapat memberi tanpa mengasihi, tetapi kita tidak dapat mengasihi tanpa memberi.
(Ams 20:22)

33.Cinta memerintah tanpa pedang.
Cinta mengikat tanpa tali. (2 Kor 3:17)

34.Anda tidak bisa membuat saya berduka bila saya memiliki cinta. (Roma 8:1-2)

35.Tidak ada yang kalah atau menang dalam suatu konflik, tetapi itu akan menjadi terobosan baru menuju pengertian yg lebih baik satu sama lain.(Roma 13:10)

36."Aku mencintaimu". Itu berarti: "kamu, kamu,kamu dan hanya kamu seorang." (1 Pet 3:7)

37.Pernikahan bagaikan proses pembedahan karena sifat ingin dipuji dari seorang wanita dan sifat mementingkan diri sendiri dari seorang pria diambil tanpa memakai obat bius.
(1 Kor 13:5)

38.Pernikahan adalah petualangan menuju keintiman, sedangkan keintiman adalah keterbukaan seseorang terhadap yang lain. (Roma 12:9)

39.Tujuan pernikahan bukan untuk mempunyai pikiran yang sama, tetapi bagaimana supaya berpikir secara bersama-sama. (Ef 4:3)

40.Pernikahan yang sukses membutuhkan jatuh cinta berulang kali kepada orang yang sama.
(1 Pet 1:22)